Aimu-sensei sayonara (part1)
Another experience =)
Hari ini acara perpisahan yang ke-2 sama Aimu-sensei. Bareng sama temen-temen JLCC karaokean di InulVista PVJ terus dilanjut makan malam bareng di Solaria.
Aimu sensei bawa temennya dari Jepang yang lagi main ke Indonesia, Hiroko-san. Kerja di bidang IT di Jepang, padahal lagi sibuk-sibuknya sama kerjaan disana, tapi karena pingin liburan akhirnya main ke Indonesia.
Hiroko-san cerita kerja di Jepang bener-bener melelahkan. Setiap hari dari Senin-Jumat. Keluar rumah jam 7 pagi, baru pulang ke rumah jam 11 malam. Besoknya bangun lagi, kerja lagi. Terus kaya gitu. Kadang Sabtu atau Minggu juga mesti ke kantor, karena masih ada banyak pekerjaan yang mesti diselesein. Hiroko-san kayanya pingin cerita kalo di Jepang tingkat stressnya tinggi. Padahal Hiroko-san tinggalnya di Nagoya. Apalagi kalo di Tokyo, jauh lebih sibuk dan pasti bakal sangat melelahkan.
Maka dari itu, tadi kita semua janjiannya jam 4, Aimu-sensei sama Hiroko-san udah dateng tepat waktu, karena mesti nungguin anggotanya semua lengkap, sampe nungguin sejam. Kak Yanti cerita, di Jepang kalo kerja sambilan, dateng telat 5 menit aja gaji udah dipotong sejam. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia buat ngaret. Maka dari itu, Hiroko-san merasa sangat lega, nggak usah stress cemas kalo telat. Karena semua orang juga telat. hahaha XD (tapi tetep aja, Aimu-sensei sama Hiroko-san merasa cukup kesel karena harus nungguin sejam).
Selain itu, Kak Gia juga bawa senpai-nya dari Kanazawa University yang bakal ngebantuin penelitiannya dosen ITB selama tiga bulan di Indonesia dalam program student exchange, karena mesti nemenin, namanya Iwayama-san.
Akhirnya acara berlangsung dengan anggota 8 orang. Aimu,
Hiroko, Gia, Iwayama, Fafa, Yanti, Mulyadi, Panda.
Begitu mulai baru sadar, Fafa paling muda sendiri. Masih 18 tahun. Yang lain udah kepala dua semua, bahkan udah ada yang kepala tiga. Hahahah XD Yaudahlah ya, terus kenapa?
Karena Rani-Siti-Syifa nggak dateng hari ini, jadinya yang berkerudung Fafa sendiri. HAHA =D Alhasil pas di tengah karaoke, ijin dulu buat solat magrib. terus baru sadar yang lain ternyata agamanya bukan islam toh
Pas lagi karaokean, syok juga pas Aimu-sensei milih lagu Bunga Citra Lestari, Ari Lasso, bahkan sampe Ayat-Ayat Cinta. (Dan selain ayat-ayat cinta, saya ga tau sama sekali lagu-lagu Indonesia yang dinyanyiin sensei). Aimu-sensei ternyata suka ngeliat video-video artis Indonesia di Youtube, dia ngoleksi lagu-lagunya bahkan. Afgan, Gita Gutawa, Ungu, Bunga Citra Lestari, Rossa, Armada, Dewa19, Peter Pan, dkk. (saya yakin pengetahuannya soal artis Indonesia lebih jago dibanding saya). Di Jepang, sama sekali tidak ada lagu Indonesia di tempat karaokenya, maka dari itu Aimu-sensei mau puas-puasin nyanyi lagu Indonesia disini. wow 0.0
Sampe ngobrolin Ariel Peter Pan, sensei ngefans sama Ariel. Bahkan sensei nonton sinetron しんじられない!! Terus dia protes kenapa Cut Tari sama Luna Maya main sinetron, padahal tidak begitu bagus. Wow 0.0
Diantara artis Indonesia Aimu sensei paling suka sama Ariel Peter Pan dan yang jadi Fahri di film Ayat-ayat Cinta *entahsiapanamanya*. (Sensei suka banget sama lagu Ayat-ayat cinta, karena menurutnya artinya bagus sekali). Wow 0.0
Terus Mulyadi, seorang mahasiswa ITENAS yang ilmunya paling bisa menandingi ilmu sensei soal artis Indonesia pun meladeni obrolan sensei. Misalnya nama band MATA itu diambil dari huruf depan nama personil band-nya. Dewa19 juga, terus kenapa angka 19? soalnya itu umur para personil waktu band itu dibentuk. Peter Pan juga asal namanya itu Topi Band, terus drummernya keluar, akhirnya namanya diganti jadi PEngenTERbang Band, karena Peter Band namanya nggak enak, akhirnya diplesetin jadi Peter Pan. (bahkan saya baru tau).
Waktu denger penjelasan soal artis Indonesia ini Aimu sensei bener-bener semangat. Terus saya jadi kepikiran. Mungkin perasaan yang dialami sensei ini sama halnya kaya waktu saya ngobrolin soal artis Jepang yang saya kagumi (YUI/Ikimono/goosehouse/dll) ke orang Jepang. Waktu itu saya terkagum
Ternyata musik Indonesia ada yang menghargai juga di luar sana. (bahkan sensei juga suka Cherrybell *gimanasihnulisnya?*)
Selain lagu Indonesia sensei juga milih lagu Kokoro no Tomo. Lagu Jepang yang paling terkenal se-Indonesia bahkan sampai lintas generasi. Tapi Hiroko-san dan Iwayama-san sama sekali nggak tau lagu itu, dan baru pertama kali denger. Aimu-sensei juga sebenernya pertama kali denger Kokoro no Tomo waktu dia ke Indonesia. (Tomo-san waktu itu juga ngomong hal yang sama).
Kore de, Aimu-sensei to hontou ni sayonara shimasu. Bahasa Indonesia Aimu-sensei benar-benar fasih, tapi logat bicaranya logat orang Sunda XDDD lucu ngedengerinnya ~